deweyshouse.com – Film Deadpool berhasil merombak persepsi publik tentang film superhero berperingkat R pada tahun 2016. Pada akhir pekan pembukaannya, film ini meraup lebih dari $132 juta, melebihi estimasi awal yang hanya berkisar antara $70 juta hingga $80 juta. Kritikus dan penonton awalnya meragukan potensi Deadpool, tetapi hasil box office yang mencapai $782 juta menunjukkan sebaliknya. Hal ini mengejutkan banyak pihak, mengingat biaya produksi film ini hanya sekitar $58 juta.
Kesuksesan Deadpool menandai perubahan signifikan dalam industri film superhero. Produksi 20th Century Fox ini, yang dipimpin oleh Ryan Reynolds, sutradara Tim Miller, serta penulis Rhett Reese dan Paul Wernick, membuktikan bahwa film superhero dengan rating dewasa dapat meraih kesuksesan besar. Hal ini diikuti dengan pengumuman sekuel dan proyek lainnya yang juga berumur R, seperti Logan.
Film ini muncul di saat yang tepat, di tengah tren industri film superhero yang telah ada selama lebih dari satu dekade. Meskipun ada pendahulu seperti Blade, kesuksesan Deadpool membalikkan anggapan bahwa film berindan R tidak akan menarik perhatian penonton yang lebih luas. Reynolds, penyeru utama film ini, sebelumnya telah berkontribusi dalam karakter Deadpool melalui film X-Men Origins: Wolverine, meski dalam konteks yang kurang memuaskan.
Dengan narasi yang menggugah serta humor yang khas, Deadpool tidak hanya berhasil menghibur tetapi juga memberikan kritik terhadap film superhero lainnya. Keberhasilan film ini mendorong studio untuk melihat kembali pendekatan mereka terhadap genre tersebut. Dengan strategi yang berbeda dari biasanya, Deadpool menjadi pelopor bagi film-film superhero beragam di masa depan.