deweyshouse.com – Spencer Arrighetti, rookie pitcher tim Houston Astros, menunjukkan performa yang bervariasi selama musim pertamanya. Dalam 28 penampilan, ia mencatatkan empat pertandingan dengan 10 strikeout atau lebih, termasuk 13 strikeout melawan Boston. Namun, ia juga mengalami kesulitan dengan membiarkan lima atau lebih run earned dalam empat pertandingan, bahkan tujuh run dalam 1,1 inning saat melawan Detroit. Meskipun demikian, Arrighetti berhasil mencatat strikeout 27,1 persen dari lawan yang dihadapinya, meski ketidakstabilan performanya membuatnya hanya meraih tujuh kemenangan.
Musim ini, Arrighetti mengandalkan kurva dan sweeper yang membatasi rata-rata batting lawan di angka .151, pemukul di liga secara umum mencetak rata-rata .296 terhadap lemparan lainnya. Setelah jeda paruh musim, ia menunjukkan kemajuan dengan kembali berhasil mencetak tiga dari empat pertandingan strikeout besar. Penurunan rasio walk juga berkontribusi pada penurunan ERA-nya sebesar dua setengah run. Meskipun masalah home run masih menjadi tantangan karena lemparan non-breaking yang mudah dipukul, pengurangan jumlah walk dapat membantu mengurangi kerugian.
Memasuki musim 2024, Arrighetti dihadapkan pada tantangan besar setelah masuk ke rotasi utama akibat banyaknya cedera yang menimpa rekan setim. Dalam debutnya di liga utama, kecepatan fastballnya mencapai 93-97 mph, meski sebelumnya ia melempar di kisaran low-90s di liga minor. Secondary pitches-nya, yakni cutter dan sweeper, menjadi andalan, dengan sweeper dianggap sebagai yang terbaik. Namun, kontrolnya kurang baik, dengan rasio walk 9,1 persen di Double-A. Jika para starter yang cedera kembali, nasib Arrighetti bisa kembali ke Triple-A atau peran long-relief.