deweyshouse.com – Kekuatan posisi shortstop dalam Major League Baseball (MLB) mengalami lonjakan signifikan dalam dua tahun terakhir, dengan rata-rata pengukuran On-base Plus Slugging (OPS) yang lebih baik dibandingkan pemain basis ketiga. Pada 2024, OPS shortstop mencapai 0,728, sedangkan basis ketiga hanya 0,701. Pada tahun berikutnya, angka tersebut hampir setara, dengan shortstop di angka 0,723 dan basis ketiga 0,705.
Perubahan ini penting mengingat sejarah panjang bisbol, di mana shortstop biasanya memiliki performa batting yang lebih rendah. Sejak 1912, hanya dua kali sebelumnya shortstop menghasilkan OPS yang lebih tinggi dari basis ketiga, yaitu pada 1922 dan 1933. Secara historis, basis ketiga lebih unggul dengan rata-rata 53 poin OPS lebih tinggi.
Generasi shortstop saat ini tidak hanya handal dalam defensif, tetapi juga merupakan beberapa pemukul terbaik, termasuk Bobby Witt Jr. dan Trea Turner. Penilaian para ahli menyebutkan bahwa tim MLB kini menginginkan shortstop yang dapat memukul dengan baik, bukan hanya pelindung base yang berfungsi defensif.
Dalam konteks lebih luas, data menunjukkan peningkatan signifikan kontribusi shortstop terhadap total offense MLB. Pada 1975, mereka berkontribusi 6% dari total offense; pada 2025, angka tersebut melonjak menjadi 18,4%. Hal ini mencerminkan perubahan strategi permainan yang lebih menekankan kemampuan ofensif di berbagai posisi.
Meskipun tradisionalnya shortstop dianggap sebagai posisi defensif dengan kemampuan batting terbatas, perkembangan ini menunjukkan bahwa tim kini memperlakukan mereka sebagai bagian integral dari serangan, tidak hanya sebagai pelindung base. Penilaian akhir menunjukkan bahwa posisi shortstop kini menjadi yang terkuat di antara semua posisi dalam MLB.