deweyshouse.com – Game baru yang berjudul “Star Wars Zero Company” menawarkan pengalaman yang lebih mendalam dibandingkan sekadar game taktis dengan elemen ala XCOM. Dalam game ini, pemain akan dihadapkan pada sistem permadeath, di mana karakter yang mati tidak dapat dihidupkan kembali. Aaron Contreras, pemimpin narasi dari Bit Reactor, menjelaskan bahwa keputusan ini awalnya menjadi perdebatan di kalangan tim pengembang. Meskipun ada kekhawatiran mengenai tingginya risiko bagi karakter, Contreras dan timnya akhirnya sepakat bahwa hal ini memberikan dimensi naratif yang lebih kuat bagi cerita “Star Wars”.
Menurut Contreras, beberapa anggota tim khawatir tentang dampak kematian karakter seperti snipers Umbaran, yang bisa mati dengan cepat dalam pertempuran. Namun, mereka menemukan bahwa elemen permadeath ini mendorong pengembangan cerita yang lebih menarik, dengan setiap karakter memiliki kepribadian dan latar belakang yang dipertimbangkan dalam alur permainan.
Selain itu, Bit Reactor memastikan bahwa karakter yang telah ditentukan, seperti Luco dan Trick, memiliki pelindung awal untuk memperkenalkan mereka dalam konteks cerita. Hal ini menyiratkan bahwa saat karakter bergabung dengan tim, mereka menjadi lebih rentan dan tanggung jawab pemain untuk menjaga kelangsungan hidup mereka.
Greg Foertsch, salah satu pendiri Bit Reactor, mengungkapkan bahwa elemen permadeath juga membuat “Star Wars Zero Company” menjadi pengalaman yang lebih otentik, karena inti dari cerita “Star Wars” adalah tentang kehilangan. Dengan adanya risiko kehilangan karakter favorit, pemain tidak hanya diajak berstrategi tetapi juga merasakan dampak emosional yang mendalam dari setiap keputusan yang diambil.