deweyshouse.com – Pengguna Sony PlayStation di Amerika Serikat berpotensi menerima pengembalian dana kolektif sebesar $7,85 juta setelah hakim memberikan persetujuan awal terhadap penyelesaian gugatan antitrust. Gugatan ini, yang diungkap oleh firma hukum Saveri Law Firm LLP, menuduh Sony telah “menghilangkan persaingan dan memonopoli pasar untuk game digital Sony” melalui kebijakan toko digital PlayStation Network yang tertutup.
Pengguna yang membeli game digital di PSN antara 1 April 2019 hingga 31 Desember 2023 mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan kompensasi, meskipun mereka belum berpartisipasi aktif. Asalkan tidak ada keberatan yang diajukan sebelum 2 Juli 2026, seluruh pengguna PSN yang memiliki akun aktif dan membeli satu atau lebih game yang ditentukan dalam daftar akan mendapatkan manfaatnya. Di antara game yang termasuk dalam daftar adalah Destiny, Destiny 2, Nier: Automata, dan Resident Evil 4 Remake.
Meskipun demikian, pemain yang tidak memiliki akun PSN lagi juga dapat mengajukan klaim, tetapi mereka harus menghubungi pengacara yang menangani gugatan ini. Meskipun pengadilan telah mengatur sidang untuk menilai persetujuan penyelesaian dan alokasi dana pada 15 Okt 2026, para pemain diharapkan untuk tidak bersikap optimis terlalu cepat.
Kehilangan ini bisa menjadi pukulan berat bagi Sony, yang telah membantah klaim anti-persaingan. Hasil proses hukum ini juga akan berpotensi mempengaruhi pengguna di luar AS. Sebelumnya, pada tahun 2024, Sony mengalami kekalahan saat berusaha mencegah penjualan tambahan pihak ketiga untuk game-playstation mereka. Mahkamah Eropa telah menolak klaim Sony mengenai perangkat lunak Action Replay yang dijual oleh perusahaan Inggris, Datel, dengan alasan bahwa perangkat tersebut tidak melanggar hak cipta Sony.