deweyshouse.com – Jackson Chourio, pemain luar berusia 22 tahun, mengalami awal musim yang terlambat akibat patah tulang metakarpal di tangan kirinya, yang terjadi di pra-World Baseball Classic. Diagnosis cedera ini baru ditegakkan tiga minggu setelahnya, sehingga ia terpaksa absen di pertandingan pembuka Brewers. Setelah debutnya pada 4 Mei, Chourio menunjukkan performa luar biasa, menjadi salah satu pemukul terbaik di Major League Baseball dan membantu Brewers meraih posisi teratas di NL Central.
Pada pertandingan melawan Guardians, Chourio mencetak home run ke-10 musim ini, menambah daftar pencapaian gemilangnya. Sejak kembali, ia telah mencatat rata-rata batting .307 dengan 153 wRC+, yang menempatkannya di peringkat ke-11 di antara pemain dengan lebih dari 150 plate appearance. Selama periode itu, Brewers menang 27 dari 39 pertandingan, membangun keunggulan 5,5 game atas Cardinals.
Sebelum Chourio kembali, Brewers berjuang di urutan keempat di NL Central. Selama ketidak hadirannya, tim harus menggunakan enam pemukul berbeda di posisi left field, yang secara keseluruhan hanya mampu menghasilkan rata-rata .222. Kebangkitan Chourio memberikan dorongan signifikan bagi tim. Di musim sebelumnya, Chourio tampil baik namun tidak sebaik performanya kali ini, di mana ia menunjukkan peningkatan kecepatan ayunan dan konsistensi.
Seiring berjalannya musim, pengamatan menunjukkan bahwa kemampuan Chourio dalam menghadapi pitch, terutama fastball, mengalami peningkatan. Jika ia terus berkembang, ada harapan ia akan menjadi bintang yang diimpikan Brewers saat menandatangani kontrak empat tahun senilai $82 juta di 2023. Perkembangannya menjadi salah satu hal yang dinanti-nantikan penggemar baseball.