deweyshouse.com – Penjualan Steam Deck, perangkat game portabel dari Valve, mengalami penurunan yang signifikan, diperkirakan mencapai 80% sejak kenaikan harga besar-besaran tahun ini. Kenyataan ini menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan perangkat keras Valve. Kenaikan harga ini mencakup model 1TB yang melonjak dari $649 menjadi $949, sedangkan model 512GB naik dari $549 menjadi $789. Valve mengaitkan perubahan harga ini dengan biaya komponen dan tantangan logistik global.
Sebelumnya, Gabe Newell, pendiri Valve, pernah menyuplai dana sebesar $20 juta ke OpenAI pada 2018, tanpa menyadari bahwa perkembangan teknologi AI akan berdampak buruk pada rencana perangkat keras perusahaannya. Dalam pernyataan yang dikeluarkan Valve, mereka menyebutkan AI sebagai salah satu penyebab utama kelangkaan komponen yang dibutuhkan untuk perangkat permainan, termasuk Steam Deck.
Hadirnya Steam Machine, yang diharapkan bisa mengubah persepsi permainan PC, kini ternyata tidak memberikan dampak yang diharapkan. Rencana peluncurannya tampak terhambat, dengan biaya yang jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan. Dari proyeksi awal sebesar $600, sekarang harga minimalnya mencapai $1.049.
Meskipun Steam Deck tetap muncul di jajaran produk terlaris di platform Steam, ada kekhawatiran bahwa persepsi terhadap permainan PC tetap terhambat oleh citra kemudahan konsol. Dengan kondisi saat ini, Valve harus mengatasi tantangan besar untuk meyakinkan konsumen akan kelayakan Steam Deck dan Steam Machine di pasar.