deweyshouse.com – Pengembang asal Palestina, Rasheed Abueideh, mengumumkan peluncuran permainan “Dreams on a Pillow”, yang merupakan sebuah permainan petualangan semi-stealth, menjelang akhir tahun 2024. Permainan ini berlatar belakang peristiwa Nakba pada tahun 1948, di mana warga Palestina mengalami pengusiran dan kehilangan tanah dan rumah mereka akibat kekerasan yang dilakukan oleh Israel. Abueideh menciptakan permainan ini sebagai respon emosional terhadap serangan yang terjadi di Gaza sejak tahun 2023.
“Dreams on a Pillow” terinspirasi dari sebuah cerita rakyat Palestina tentang seorang perempuan muda bernama Khadra. Dalam keadaan panik setelah pembantaian desanya, Khadra berusaha melarikan diri dengan bayi yang baru dilahirkannya, tetapi secara tidak sengaja membawa sebuah bantal alih-alih anaknya. Dalam trailer terbaru, bantal ini menjadi simbol yang harus dibawanya sepanjang perjalanan, menggambarkan dengan jelas trauma yang dialaminya saat berusaha melarikan diri. Permainan ini tidak hanya menggambarkan Nakba, tetapi juga kondisi Palestina sebelum peristiwa tersebut, yang digambarkan penuh warna dan keindahan.
Dalam pembaruan melalui halaman pendanaan, Abueideh menginformasikan bahwa pengembangan permainan sudah memasuki tahap produksi penuh. Ia menjelaskan bahwa tim inti telah terbentuk dan standar produksi telah ditetapkan. Proses permainan ini menggambarkan perjalanan berbahaya Khadra dari Palestina menuju harapan keselamatan di Lebanon selatan, beralih antara kenyataan yang brutal, mimpi buruk akibat trauma, serta kenangannya di desa nelayan Al Tantura.
Meskipun “Dreams on a Pillow” belum memiliki tanggal rilis pasti, diperkirakan akan diluncurkan pada tahun 2027. Pengguna dapat mendukung pengembangan permainan ini melalui platform crowdfunding yang telah disediakan.