deweyshouse.com – Brandon Sanderson, salah satu penulis terkemuka dalam genre fantasi, membahas tantangan dalam menulis kisah fantasi epik dalam sebuah perbincangan dengan sesama penulis Joe Abercrombie yang disiarkan di YouTube baru-baru ini. Keduanya mengangkat isu tentang bagaimana kisah besar seperti Game of Thrones dapat menunjukkan kekuatan dan kelemahan dalam genre ini. Sanderson menyatakan bahwa fantasi epik memberikan kedalaman untuk menjelajahi dunia fiksi, namun juga menyiratkan risiko kelelahan bagi penulis.
Dalam percakapan tersebut, Sanderson mengungkapkan bahwa meskipun kisah epik seringkali dimulai dengan penekanan pada karakter, terkadang cerita bisa berkembang terlalu jauh dari pusat karakter. “Sangat penting untuk menjaga agar cerita tetap segar dan personal,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan waktu dalam menulis, dimana ia sendiri pernah mengalami kelelahan setelah melalui beberapa draf.
Sanderson dan Abercrombie juga membahas penggunaan peta dalam novel fantasi. Meskipun peta dapat memberikan gambaran yang lebih nyata dan membantu pembaca memahami setting, ia juga bisa membawa masalah tersendiri. “Ketika Anda mencoba menyajikan detail secara realistis, bisa muncul kesulitan,” ungkapnya. Abercrombie menambahkan bahwa meskipun ia menyukai peta, peta harus digunakan dengan cara yang tepat dan tidak sembarangan.
Keduanya juga menyinggung tantangan yang dihadapi George R.R. Martin dalam menyempitkan fokus cerita dalam serial A Song of Ice and Fire. Sanderson, yang saat ini sedang mempersiapkan adaptasi televisi dari karyanya, berharap bisa menghindari masalah serupa yang dialami Martin. Diskusi ini menunjukkan kompleksitas yang dihadapi penulis dalam menciptakan dunia fiksi yang kaya dan mendalam.