deweyshouse.com – Blaze Alexander, pemain bisbol Arizona Diamondbacks, telah mengalami perjalanan yang menantang di dunia liga kecil sebelum mendapat kesempatan di tim utama. Musim lalu, ia memulai debutnya pada Opening Day dan menampilkan performa menjanjikan dengan catatan OPS 0,941 serta tiga home run di bulan April. Namun, kinerja tersebut menurun drastis, dengan catatan hanya 0,210/.272/.229 dan tingkat strikeout mencapai 29,6 persen, yang membuatnya kembali ke liga minor di paruh kedua musim.
Alexander, yang merupakan pilihan draft ronde ke-11 pada 2018, menunjukkan prestasi yang mengesankan di Double-A Amarillo pada 2022, mencatat OPS 0,927 dengan 17 home run dan 10 stolen base. Sayangnya, ia mengalami cedera pada jari yang memaksanya absen selama dua bulan di awal musim 2023. Meskipun mengalami kemunduran, prestasi keseluruhan masih menunjukkan potensi besar, dengan catatan OPS 0,865 dan rata-rata .281, berkat BABIP mencapai 0,398.
Posisi Alexander di dalam tim cukup rumit, mengingat Diamondbacks sudah memiliki pemain lain di posisi infield yang lebih mapan seperti shortstop Jordan Lawlar dan Geraldo Perdomo. Alexander juga mencoba posisi kedua dan ketiga, namun menghadapi tantangan yang sama dalam komposisi tim. Dengan kondisi saat ini, kemungkinan besar ia akan berfungsi sebagai pemain cadangan utilitas di tim utama, menunggu kesempatan lebih baik untuk menunjukkan kemampuannya.
Performa Alexander di liga minor dan kesempatan yang terbatas di liga utama memberikan gambaran bahwa ia masih memiliki jalan panjang untuk menjadi pemain kunci di Diamondbacks. Ke depan, cedera yang dialami pemain infield lainnya bisa menciptakan peluang bagi Alexander untuk mendapatkan waktu bermain yang lebih banyak dalam skenario kompetitif tim.