deweyshouse.com – Alex Bregman menghadapi tahun penting dalam kariernya setelah menandatangani kontrak dengan Boston Red Sox. Musim lalu, pemain ini mengalami performa terburuk, tetapi ada harapan untuk kebangkitan. Meskipun angka .264 dalam BABIP menunjukkan ketidakberuntungan, kualitas kontak yang tinggi ditunjukkan melalui tingkat hard-hit dan kecepatan keluar (exit velocity) yang berada di angka tertinggi sepanjang kariernya. Pada tahun yang penuh tantangan ini, Bregman perlu kembali ke strategi lama dengan lebih banyak pull hitter, mengingat ada penurunan dalam pengiriman bola ke arah kiri selama tiga musim terakhir.
Saat ini, Bregman berada dalam kontrak terakhirnya, dan perubahan dalam susunan lineup oleh manajer baru Joe Espada bisa menjadi kunci kesuksesannya. Jika Bregman ditempatkan di posisi strategis antara Kyle Tucker dan Yordan Alvarez, ia berpotensi mencetak lebih dari 100 RBI, sesuatu yang belum tercapai dalam tiga musim terakhir. Statistik menunjukkan bahwa Bregman memiliki proporsi walk yang lebih tinggi dibanding strikeout, dengan keterampilan on-base yang solid.
Meskipun ada kritik terkait keterlibatannya dalam skandal kecurangan Astros pada 2019, pencapaian Bregman sebagai mantan pick kedua di draft menunjukkan keuntungannya sebagai pemain. Dalam dua musim terakhir, ia merasakan cedera yang cukup mengganggu, namun berhasil menunjukkan performa yang lebih baik setelah All-Star break. Bregman dikenal sebagai pemain yang mengandalkan kehebatan membaca permainan, memiliki tingkat strikeout yang rendah dengan peluang RBI yang tinggi di posisi ketiga dalam lineup yang matang.
Untuk musim mendatang, Bregman diharapkan dapat kembali ke performa terbaiknya seperti yang ditunjukkan pada tahun 2017, di mana ia menjadi salah satu hitter terbaik. Dengan lineup yang solid di belakangnya dan kesempatan untuk bermain di Red Sox, banyak yang percaya bahwa tahun ini bisa menjadi momen kebangkitan Bregman.