deweyshouse.com – Dalam pertandingan pembuka musim antara Cincinnati Reds dan Boston Red Sox, yang digelar pada Kamis, Terry Francona, manajer Red Sox, menyampaikan pandangannya tentang implementasi Sistem Automated Ball-Strike (ABS) setelah kekalahan 3-0. Francona melihat adanya pergeseran dalam dinamika permainan, terutama ketika keputusan yang diambil oleh sistem dapat mengubah situasi di lapangan, seperti penggantian keputusan pada serangan yang menegangkan.
Dalam inning keempat, sebuah walk yang seharusnya diterima oleh Eugenio Suárez dibatalkan menjadi strikeout, sementara Connor Phillips dari Reds juga mengalami nasib serupa ketika strikeoutnya atas Roman Anthony berubah menjadi walk. Francona mencatat bahwa para pitcher harus beradaptasi dengan kenyataan bahwa inning mungkin belum berakhir meskipun mereka merasa telah menyelesaikannya.
Tim-tim MLB telah mencapai tingkat keberhasilan 61,3% dalam tantangan, dengan 19 keberhasilan dari 31 tantangan dalam 12 pertandingan awal musim ini. Teknologi Hawk-Eye, yang menggabungkan 12 kamera untuk mengukur presisi bola yang melewati zona strike, menjadi fokus utama dalam sistem terbaru ini. Francona dan koleganya, Alex Cora dari Red Sox, menekankan pentingnya pemahaman serta strategi dalam menghadapi keputusan yang ditentukan oleh teknologi ini.
Cora juga mencatat keberhasilan tantangannya, meskipun ada situasi di mana ia berharap pemainnya membuat tantangan yang berbeda. Momen krusial terjadi saat Trevor Story dihadapkan pada pitch yang tampak sebagai bola namun tidak ditantang, menyoroti pentingnya pengambilan keputusan dalam situasi-kritis. Dengan demikian, perubahan sistem ini berpotensi merubah cara tim mendekati setiap situasi di lapangan, baik dalam menyerang maupun bertahan.