deweyshouse.com – Spencer Strider mengalami musim 2024 yang singkat setelah hanya sembilan inning karena cedera saat mengganggu UCL-nya akibat serpihan tulang. Beruntung, cedera ini tidak mengakibatkan robekan total, sehingga Dr. Keith Meister dapat melakukan prosedur bracing internal untuk perbaikan pada pertengahan April. Prosedur ini sebelumnya berhasil dilakukan pada pemain lain, seperti Drew Rasmussen dari Tampa Bay, yang kembali beraksi meski hanya untuk 36 inning setelah operasi. Meskipun prosedur ini menawarkan waktu pemulihan yang lebih singkat dibandingkan operasi Tommy John secara penuh, efektivitas Strider di lapangan pada 2025 masih menjadi tanda tanya.
Strider sebelumnya tampil gemilang, memimpin Liga Nasional dalam jumlah kemenangan, strikeout, dan FIP. Ia hampir meraih penghargaan Cy Young, jika bukan karena saingannya dari San Diego. Pada usia 24 tahun, Strider melakukan peningkatan beban kerja sebesar 49% selama dua musim terakhir. Namun, banyak pelempar muda yang mengalami kesulitan setelah mencapai angka 180 inning, dan Strider mungkin menghadapi tantangan serupa.
Kinerja Strider mulai menonjol pada paruh kedua musim 2022, mencatatkan rekor 7-2 dengan ERA 2.20 dan rasio strikeout yang mengesankan. Meskipun cedera menghalanginya bermain di akhir musim, Strider berhasil kembali pada playoff. Dikenal dengan kecepatan lemparan rata-rata mencapai 98 mph dan slider yang mematikan, ia diakui sebagai calon bintang masa depan. Terlepas dari cedera, potensi Strider untuk berkembang tetap menjadi sorotan, terutama jika ia mampu mengasah variasi lemparan, seperti changeup. Secara keseluruhan, perjalanan kariernya pantas untuk terus diikuti dengan penuh harapan dan perhatian.