deweyshouse.com – Seiya Suzuki, pemain bisbol muda asal Jepang, mengalami perjalanan yang berliku dalam kariernya di Major League Baseball (MLB) bersama Chicago Cubs. Musim ini, ia memulai dengan tantangan setelah mengalami cedera otot oblique yang memaksanya berada di daftar cedera. Namun, ia menunjukkan perbaikan signifikan setelah jeda All-Star dengan tampil impresif, mencatatkan .313/.372/.566 dan 13 home run.
Pada awal musim, performa Suzuki tidak stabil dengan OPS yang menurun hingga .475 pada bulan Juni. Meskipun begitu, ia berhasil menyelesaikan musim dengan wRC+ 126, menunjukkan peningkatan dari musim sebelumnya. Dalam durasi 132 pertandingan, Suzuki kembali memainkan perannya sebagai pemain lapangan utama, meskipun kehilangan beberapa pertandingan akibat cedera yang kembali terjadi, memperlihatkan tantangan konsistensi dan kesehatan.
Suzuki, yang kini berusia 29 tahun, diharapkan tetap menjadi sosok kunci di tengah lineup Cubs di bawah manajer baru, Craig Counsell. Meskipun tidak dikenal sebagai pemain cepat, ia berhasil meningkatkan jumlah pencurian basis dari dua menjadi enam. Hal ini menunjukkan potensi peningkatan dalam permainan, terutama jika ia dapat mempertahankan kesehatan yang lebih baik dan mengurangi jumlah strikeout.
Menariknya, Suzuki sempat menjadi bahan spekulasi dalam rumor transfer, namun akhirnya menandatangani kontrak lima tahun senilai 85 juta dolar dengan Cubs. Setibanya dari Hiroshima Toyo Carp, di mana ia menjadi bintang dengan lima penghargaan Gold Glove, harapan tinggi diletakkan padanya. Meskipun kinerja awalnya menunjukkan tantangan, ada optimisme bahwa Suzuki akan mampu tampil lebih baik seiring berjalannya waktu, menjadi salah satu kekuatan di kompetisi bisbol tingkat tinggi.