deweyshouse.com – Pada New York Comic Con tahun ini, Square Enix memperkenalkan dua proyek RPG terbarunya. Salah satunya adalah “Final Fantasy VII Revelation,” yang menawarkan visual kelas atas dan elemen permainan besar-besaran. Di sisi lain, “Romancing Saga 3: Destinies United” merupakan remake dari RPG klasik tahun 1990-an, dengan pembaruan visual dan gameplay yang lebih cepat. Meskipun terlihat lebih modern, game ini tetap setia pada inti dari “Romancing Saga 3,” memberikan pengalaman nostalgia bagi penggemar lama.
Demo permainan berlangsung di Gwayne’s Den, di mana pemain mengendalikan karakter Khalid untuk menghadapi naga hitam yang meneror Louv Peninsula. Melalui sistem sembunyi, pemain dapat melakukan serangan awal yang memberikan keuntungan dalam pertarungan. Pertempuran berlangsung dengan sistem berbasis giliran yang diwarnai oleh variasi kemampuan dan strategi masing-masing anggota tim, termasuk Flurry, seorang snowman yang juga menjadi karakter unik dalam permainan.
Awalnya, Flurry tampak lebih lemah dibanding anggota lain, namun tetap memiliki kemampuan untuk memberikan dampak dalam pertarungan. Salah satu fitur menarik dalam sistem pertempuran adalah mekanik Glimmer, yang memungkinkan pemain mendapatkan kekuatan baru secara acak selama pertempuran. Selain itu, penempatan anggota tim di arena juga dimainkan penting, memberikan dimensi strategis bagi pemain untuk mendistribusikan kekuatan karakter secara efisien.
Setelah melalui tantangan melawan Gwayne, naga yang kuat, pemain akhirnya berhasil menyelesaikan demo. “Romancing Saga 3: Destinies United” menawarkan nuansa nostalgia dengan pengemasan modern, dan rencananya akan diluncurkan pada Februari mendatang untuk berbagai platform, termasuk PlayStation 5 dan PC.