deweyshouse.com – Owlcat, pengembang game RPG, baru-baru ini menjelaskan mengenai elemen romansa dalam permainan mereka, khususnya dalam konteks game Pathfinder. Dalam sebuah blog pengembang, mereka mencatat bahwa pendekatan mereka terhadap karakter yang dapat dijalin romansa sering kali berseberangan dengan kebijakan studio lain, seperti BioWare yang dikenal kental dengan unsur romantis dalam permainan mereka.
Owlcat menekankan bahwa meskipun mereka berusaha membuat karakter yang unik, terkadang mereka mengambil langkah yang terlalu jauh. Misalnya, pada awal pengembangan game “Wrath of the Righteous”, mereka menyadari memiliki tiga karakter perempuan yang dapat dijalin romansa, semuanya adalah kanibal. Hal ini membawa mereka untuk menyesuaikan karakter tersebut agar lebih menarik dan tidak terlalu ekstrem.
Salah satu karakter, Arueshalae, yang merupakan succubus yang sedang dalam perjalanan menuju penebusan, mendapatkan dialog tambahan yang menjelaskan kebiasaannya tidak menyukai daging manusia, meskipun ini menandakan bahwa ia mengetahui bagaimana rasanya. Sementara itu, karakter lain tetap dipertahankan karakteristik kanibalisme mereka, mencerminkan kompleksitas penciptaan narasi yang menarik.
Owlcat juga menyebutkan bahwa meskipun eksperimen dengan romansa poliamoris pernah dilakukan, mereka menghadapi tantangan pengembangan yang besar. Dengan dua karakter pendamping baru untuk game Warhammer 40.000 mereka, satu untuk Rogue Trader dan satu lagi untuk Dark Heresy, belum ada informasi apakah karakter tersebut juga dapat dijalin romansa atau tidak. Keputusan mereka mencerminkan pengakuan terhadap kerumitan yang terlibat dalam mengimplementasikan hubungan yang lebih kompleks dalam RPG.