Site icon deweyshouse

Mereka Menggabungkan Parkour dan Cerita di Game Firewatch

[original_title]

deweyshouse.com – Pengembangan game Firewatch oleh Campo Santo dimulai pada Mei 2014, ketika tim kecil berkumpul di San Francisco dan memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Taman Nasional Yosemite. Mereka ingin merasakan kedekatan dengan alam, meskipun Firewatch sendiri berlatar di Hutan Nasional Shoshone, Wyoming. Nels Anderson, salah satu pendiri Campo Santo, menjelaskan bahwa perjalanan itu sangat berpengaruh terhadap atmosfer permainan.

Tim menemukan menara observasi yang sudah tidak terpakai. Struktur ini menjadi sumber inspirasi, memberikan nuansa kesunyian dan keindahan yang ingin ditangkap dalam game. Chris Remo, anggota tim lain, menekankan pentingnya lokasi sebagai elemen kunci untuk cerita yang mereka kembangkan. Firewatch menggambarkan pengalaman Henry, seorang pengawas kebakaran yang melarikan diri dari kenyataan pahit hidupnya.

Dalam gameplay, interaksi dengan lingkungan dan karakter lain, seperti Delilah, menambah kedalaman pengalaman. Pemilihan dialog yang dibuat oleh pemain bisa mempengaruhi perkembangan cerita, menciptakan rasa keterikatan. Uniknya, Firewatch menghindari elemen kekerasan dan teka-teki yang kompleks, memilih untuk fokus pada hubungan manusia dan pengalaman pribadi.

Campo Santo berupaya menghadirkan unsur fisik yang lebih nyata dibandingkan game lain dalam genre yang sama. Remo, yang juga menulis skor musik untuk game ini, menyadari bahwa kualitas suara yang sederhana dan paduan musik lebih mencerminkan tema kesendirian dan keindahan alam yang ingin disampaikan. Meskipun banyak yang meragukan potensi game tanpa elemen combat, Firewatch berhasil menyajikan kisah yang beresonansi dengan banyak pemain.

Sejak peluncurannya, Firewatch telah menginspirasi banyak orang untuk lebih terhubung dengan alam, menciptakan dampak yang tak terduga di luar ekspektasi tim pengembang.

Exit mobile version