deweyshouse.com – Film “Memento” yang dirilis tanggal 16 Maret 2001, memiliki peran penting dalam karier sutradara Christopher Nolan. Dengan tema utama tentang waktu, film ini menjadi titik awal eksplorasi berkelanjutan Nolan terhadap teknik narasi yang tidak konvensional. “Memento” menceritakan perjalanan Leonard Shelby, seorang pria dengan amnesia anterograde, yang menggali ingatan dan mencari pembunuh istrinya.
Film ini dibuka dengan urutan yang dimainkan secara terbalik, menampilkan momen penting saat Leonard membunuh Teddy. Pendekatan ini mirip dengan yang digunakan Nolan dalam film “Tenet,” di mana waktu menjadi alat narasi yang krusial. Dalam “Memento,” cerita dibagi menjadi dua urutan; satu dalam hitam-putih yang bergerak maju, dan satu lagi dalam warna yang ditampilkan dalam urutan mundur. Pendekatan visual ini membantu menggambarkan kekacauan yang dialami Leonard.
Selama film, penonton diajak melihat bagaimana Leonard, meskipun menderita kehilangan ingatan jangka pendek, tetap mengandalkan catatan dan tato untuk melacak informasi. Namun, dia sering kali terjebak dalam kebingungan, yang menambah lapisan kompleksitas pada karakternya. Aspek menarik lainnya adalah bagaimana orang-orang di sekitarnya memanfaatkan kondisi Leonard.
Akhir film menghadirkan twist yang kuat, di mana terungkap bahwa Leonard telah membunuh John G. jauh sebelum acara film dimulai. Kesadaran akan kebenaran ini tidak membawa kedamaian bagi Leonard, justru memicu siklus kekerasan yang berlanjut. “Memento” bukan hanya sekadar film dengan plot yang menarik, melainkan juga menjadi karya yang mendefinisikan teknik dan tema yang terus dieksplorasi Nolan dalam berbagai filmnya sepanjang karier.