deweyshouse.com – Dalam sebuah laporan yang mencolok, jurnalis Sarah Jeong membagikan pengalamannya saat terkena gas air mata selama protes Black Lives Matter di Amerika Serikat pada Juli 2020. Dalam tulisannya, ia menggambarkan rasa sakit yang luar biasa ketika menghirup gas yang menembus paru-parunya, serta rasa perih yang dialaminya di mata. Ia mencatat bahwa meski kejadian tersebut sangat menyakitkan, setelah beberapa kali mengalaminya, perasaan resah lebih banyak muncul akibat ketidaknyamanan saat menghadapi situasi tersebut.
Di sisi lain, ada kekhawatiran nyata di kalangan pengembang game terkait dengan kebijakan pemerintah AS mengenai imigrasi dan hak-hak transgender. Dalam sebuah wawancara dengan Luke Plunkett, beberapa pengembang menyatakan keputusan mereka untuk tidak menghadiri Game Developer Conference tahun ini. Mereka menyoroti rasa cemas terkait keselamatan pribadi, terutama bagi mereka yang kerap dijadikan sasaran profiling rasial.
Sementara itu, tim dari Yarnspinner yang dikenal karena alat desain naratif perannya dalam pengembangan game, menghadirkan simulasi hotline untuk tip permainan video tahun 90-an. Mereka berbagi kisah menarik tentang interaksi dengan para pemain, yang sering kali mencari bantuan dari pengembang.
Dalam berita lainnya, baru-baru ini diluncurkan situs baru bernama Jank.cool yang berfokus pada permainan video. Meskipun menghadapi tantangan karena persaingan dari media besar, tim di balik situs tersebut berupaya memberikan konten yang berkualitas bagi para pembaca. Dengan dilandasi semangat kreativitas, mereka berharap dapat menawarkan perspektif baru dalam industri game.
Laporan-laporan ini mencerminkan berbagai tantangan sosial dan budaya yang dihadapi saat ini, baik dalam konteks sosial maupun industri kreatif, yang sangat relevan dengan dinamika di dunia modern.