deweyshouse.com – Mantan direktur Overwatch, Jeff Kaplan, mengungkapkan bahwa kepergiannya dari Blizzard pada 2021 dipicu oleh ultimatum terkait pemutusan hubungan kerja yang “akhirnya menghancurkan” ketahanan dirinya. Dalam wawancara terbaru, Kaplan menjelaskan bahwa masa sulit selama beberapa tahun terakhir di perusahaan tersebut, termasuk peluncuran Overwatch League sejak 2018, memberi beban berat pada tim pengembang yang juga berusaha mengembangkan Overwatch 2.
Kaplan menyebutkan bahwa ada antusiasme berlebihan terkait Overwatch League, dan pihak yang terlibat dalam penyusunan perjanjian saat itu memberikan ekspektasi yang tidak realistis. “Mereka menjualnya seolah-olah Overwatch League akan lebih populer daripada NFL,” ungkapnya. Hal ini memicu investasi besar dari para miliarder dan kontrak siaran dengan Twitch, yang membebankan tanggung jawab berat kepada Blizzard untuk menghadirkan fitur-fitur tambahan dalam permainan.
Di mana, tekanan untuk memenuhi ekspektasi tersebut hanya menambah tantangan teknis yang besar bagi tim pengembang. “Semua rencana di titik itu seolah hilang. Kami tidak bisa bekerja pada acara baru atau fokus pada Overwatch 2. Kami hanya berusaha bertahan,” tambahnya. Kaplan mengakui bahwa situasi ini berakar pada keinginan untuk segera mendapatkan keuntungan, yang akhirnya mengakibatkan banyak pihak terjebak dalam keadaan tersebut.
Puncak dari ketegangan ini terjadi saat Kaplan mendapatkan ultimatum dari CFO perusahaan, menyatakan bahwa Overwatch harus mencapai target pendapatan tertentu untuk menghindari pemutusan hubungan kerja terhadap ribuan karyawan. Menurut Kaplan, momen tersebut membuatnya merasa surreal dan berkontribusi pada keputusan dia untuk meninggalkan Blizzard, yang diumumkan secara resmi pada 20 April 2021.