deweyshouse.com – Karier major league Canning telah diwarnai oleh cedera dan performa yang tidak konsisten. Musim lalu, ia berhasil menyelesaikan 171,2 inning, tetapi dengan ERA 5,19, yang merupakan salah satu yang terburuk di antara pemula berlisensi. Atlanta mengakuisisi Canning dari Angels pada Oktober tahun lalu, tetapi hanya dalam beberapa minggu kemudian, mereka membatalkan kontraknya. Dengan tingkat strikeout 17,6 persen, Canning mencetak rekor terendah sepanjang karier dan menyerahkan 31 home run. Meski baru berusia 28 tahun, ia masih dianggap sebagai proyek yang berpotensi berhasil. Mets akhirnya menandatangani Canning dengan kontrak satu tahun senilai $4,25 juta pada bulan Desember untuk bersaing memperebutkan posisi di rotasi.
Setelah terpaksa absen pada 2022 karena patah stres punggung, musim Canning dimulai dengan perlahan akibat cedera groin. Untungnya, ia hanya harus menjalani waktu pemulihan minimal 15 hari dan kemudian melempar sebanyak 127 inning, dengan 22 kali menjadi starter dari 24 pertandingan. Meskipun mengalami cedera betis di akhir Juli yang membuatnya absen selama tiga minggu, performanya cukup menggembirakan dengan ERA 4,32. Meskipun ia tidak berhadapan di lapangan sejak 2021, angka xFIP dan SIERA menunjukkan ia tampil lebih baik dari yang terlihat.
Canning diharapkan bersaing untuk posisi keenam di rotasi Angels, namun cedera punggung yang dideritanya mengganggu persiapan musimnya. Dengan riwayat cedera dan tantangan dalam mengandalkan fastball, Canning memiliki waktu untuk kembali ke performa terbaiknya. Dia akan bersaing dengan para pitcher lain guna mendapatkan tempat di rotasi Angels menjelang pembukaan musim, dan penampilannya di musim semi akan sangat menentukan nasibnya. Keberhasilan Canning dapat menjadi aset berharga bagi tim, terutama jika ia berhasil mengatasi masalah cedera dan menemukan kembali kestabilannya.