deweyshouse.com – Dengan diluncurkannya game sci-fi terbaru berjudul Pragmata, Capcom kembali mencuri perhatian industri game. Game ini kini sedang mendapatkan ulasan positif dari berbagai kritikus, meski tidak mencapai tingkat kesuksesan yang sama dengan Resident Evil Requiem. Pragmata mendapatkan skor 87 di Opencritic dan 85 di Metacritic, menjadikannya salah satu game AAA terbaik tahun ini di tengah persaingan yang relatif rendah dengan judul lain seperti Pokémon Pokopia dan Nioh 3.
Sebagian besar ulasan menunjukkan keseragaman dalam penilaian, dengan banyak kritikus memberikan skor antara 8 hingga 9. Dalam tinjauan di GameSpot, Steve Watts memuji elemen gameplay, terutama sistem pertempuran yang mengharuskan pemain menyelesaikan teka-teki hacking singkat untuk melemahkan musuh. Ia mencatat bahwa elemen ini menambah ketegangan dalam permainan, menjadikannya pengalaman yang menarik.
Garrett Martin dari A.V. Club juga menyoroti kualitas konseptual Pragmata, menggambarkannya sebagai perpaduan antara pertarungan yang inovatif dan cerita yang emosional, mencerminkan ketakutan kontemporer terhadap kemajuan teknologi. Ia menilai bahwa kualitas permainan tetap terjaga dari awal hingga akhir.
Meskipun ada beberapa kritik terhadap kedalaman cerita yang dianggap kurang memuaskan, banyak pemain merasa hal itu tidak mengurangi keseluruhan pengalaman. Michael Higham dari IGN menambahkan bahwa meski narasi memiliki kelemahan, gameplay dan aksi tetap mendominasi, membuatnya tetap mengasyikkan.
Secara keseluruhan, Pragmata telah mendapatkan respon positif yang konsisten dari kritikus, menjadikannya salah satu produk unggulan Capcom yang diharapkan terus bersinar dalam persaingan mendatang untuk gelar Game of the Year.