Site icon deweyshouse

Bryan Fuller dan Mads Mikkelsen Tampil Memukau di Layar Lebar

[original_title]

deweyshouse.com – Film “Dust Bunny” karya Bryan Fuller yang dirilis pada 12 Desember, mengisahkan tentang Aurora, seorang gadis berusia delapan tahun, yang mempekerjakan tetangga pembunuhnya untuk membunuh monster yang mengganggu tidurnya. Dalam film debutnya ini, Fuller, yang dikenal melalui karyanya seperti “Hannibal” dan “Pushing Daisies,” menggambarkan konfliknya di sebuah gedung apartemen di New York City.

Karakter Aurora, diperankan oleh Sophie Sloan, dengan berani meminta bantuan Mads Mikkelsen—yang kembali berperan dalam peran khasnya—untuk menghadapi ketakutannya. Meskipun Mikkelsen menganggap cerita Aurora tidak realistis, ia sendiri harus berhadapan dengan masalah besar akibat pekerjaannya yang berisiko.

Fuller dikenal karena kemampuannya menyajikan momen biasa yang berpadu dengan elemen fantastis. Dalam “Dust Bunny,” ia menampilkan visual yang memikat, dengan nuansa gelap yang dihiasi konsep makanan aneh—seperti pangsit berbentuk kelinci yang terlihat hidup saat digigit. Karya ini, meski ditujukan untuk anak-anak, menerima peringkat R yang dianggap tidak wajar oleh banyak pengamat karena kurangnya unsur kekerasan.

Menariknya, hubungan antara Aurora dan hitman menciptakan dinamika unik. Mikkelsen berperan sebagai karakter dengan sisi lunak meski terkesan garang, dan interaksi mereka memunculkan rasa sayang yang aneh namun menyentuh. Melalui perspektif Aurora, film ini menggambarkan ancaman nyata yang dialami kaum muda dalam menghadapi dunia dewasa.

“Dust Bunny” menyajikan kisah dongeng horor yang khas, menyentuh ketakutan yang dapat dialami siapa pun, sembari memberikan pengingat bahwa ketakutan itu hanya sekuat yang kita buat. Karya ini adalah kombinasi antara horor dan budaya yang pasti akan disukai penggemar Bryan Fuller.

Exit mobile version