deweyshouse.com – Di era digital saat ini, banyak orang merasa terasing dari konten yang mereka konsumsi. Sebelumnya, para leluhur menggunakan berbagai cara tradisional untuk memahami kekuatan atau niat dewa. Kini, konsep serupa diambil alih oleh algoritma yang tidak jelas, yang membentuk bagaimana kita menerima informasi. Dengan adanya platform seperti Apple News, YouTube, dan Spotify, pengguna hanya mengandalkan rekomendasi dari sistem yang kompleks ini tanpa benar-benar terlibat dalam proses penemuan.
Algoritma ini menghasilkan pengalaman konsumsi yang mengkhawatirkan karena sering dikritik sebagai memperparah ketidakstabilan sosial dan bias. Banyak yang merasa bahwa mereka kehilangan kendali dalam pemilihan berita dan hiburan, di mana segalanya terasa otomatis dan tidak terpilih dengan baik.
Bagi sebagian orang, ini adalah panggilan untuk kembali kepada metode yang lebih sederhana, seperti pembaca RSS yang dapat memberikan kontrol lebih dalam memilih konten yang ingin dikonsumsi. Pembaca RSS menawarkan kesempatan untuk mengikuti situs favorit dengan cara yang lebih terorganisir dan bebas dari campur tangan algoritma besar. Meskipun aplikasi seperti Google Reader telah lama tutup, alternatif seperti Feedly dan aplikasi lain yang sejenis tetap bisa digunakan untuk menjaga kesinambungan dalam menerima informasi.
Kembali ke pembaca RSS memungkinkan pengguna untuk lebih menyesuaikan pengalaman membaca mereka, mengembalikan elemen manusiawi yang hilang dalam dunia digital yang dikuasai oleh algoritma. Dengan melibatkan diri dalam proses ini, individu dapat menemukan kembali kendali atas informasi yang mereka konsumsi, mengurangi ketergantungan pada rekomendasi yang tidak selalu sesuai.