deweyshouse.com – Dalam dunia bisbol, analisis data baru menunjukkan bahwa tinggi badan pemain pertama mempengaruhi cara pemain melempar bola. Sebuah metrik baru mengenai cara penerimaan di base pertama telah diperkenalkan oleh Baseball Savant, menyoroti pentingnya ukuran pemain dalam menentukan peluang lemparan berhasil. Metrik ini mengukur probabilitas tangkapan yang berhubungan dengan harapan outs, memberikan wawasan mendalam tentang efisiensi pemain di posisi tersebut.
Pemain seperti Alec Burleson dianggap terbaik dalam melakukan tugas ini, sedangkan Bryce Harper menempati posisi terburuk. Data mencerminkan bahwa meski pengambilan bola di base pertama dianggap krusial, frekuensi peluangnya tergolong rendah. Hanya beberapa pemain, seperti Spencer Torkelson, mendapatkan peluang tersebut lebih banyak dalam satu musim.
Penelitian menunjukkan bahwa tinggi badan pemain pertama berdampak pada cara lemparan dilakukan. Pemain yang lebih tinggi cenderung menerima lebih banyak lemparan tinggi, sementara pemain yang lebih pendek lebih sering mendapat lemparan rendah. Dengan kata lain, ketika infielders berhadapan dengan pemain yang tinggi, mereka lebih berani melempar tinggi, tetapi saat berhadapan dengan pemain yang lebih pendek, mereka lebih hati-hati dan cenderung melempar rendah.
Menariknya, meski pemain tinggi mendapat lebih banyak lemparan sulit, proporsi keberhasilan mereka sama dengan pemain pendek dalam menyelesaikan tantangan. Kedua kelompok mampu melakukan tangkapan dengan tingkat keberhasilan yang sama, yaitu sekitar 94,46%. Penelitian ini menunjukkan bahwa infielders, tanpa sadar, membuat keputusan lemparan berdasarkan tinggi badan pemain pertama, menyiratkan bahwa faktor fisik ini berperan dalam strategi mereka di lapangan.