deweyshouse.com – Guild Wars 3, yang baru saja diumumkan, menimbulkan pertanyaan apakah game ini akan menjadi MMO atau tidak. Menurut Colin Johanson, Kepala Studio ArenaNet, yang menyampaikan informasi dalam sebuah blog pekan ini, Guild Wars 3 akan berada di tengah spektrum MMORPG. Meskipun game ini lebih cocok dikategorikan sebagai MMORPG dibandingkan pendahulunya, Guild Wars Reforged, game ini tidak sepenuhnya meniru elemen permainan besar yang menjadi ciri khas Guild Wars 2.
Johanson menjelaskan bahwa Guild Wars pertama adalah RPG online kooperatif, dan saat banyak pemain menyebutnya MMO, pihak studio ikut mengadaptasi istilah tersebut. Sebaliknya, Guild Wars 2 memang dirancang sebagai MMO yang mengubah konvensi genre. Dengan demikian, Guild Wars 3 bertujuan untuk menawarkan pengalaman yang berbeda namun tetap terhubung dengan dua pendahulunya, masing-masing memberikan perspektif dan cerita yang beragam di dunia Tyria.
Meskipun informasi yang diberikan Jonhanson terkesan umum dan belum jelas, diskusi hangat di media sosial menunjukkan antusiasme pemain yang mencoba menebak seperti apa game ini nantinya. Spekulasi mencakup berbagai opsi, mulai dari Guild Wars 3 yang mirip dengan New World, hingga kemungkinan menjadi sekuel dari Guild Wars pertama atau bahkan game single-player.
Dengan perkembangan ini, Guild Wars 3 menjanjikan inovasi dalam gameplay sambil memelihara esensi yang telah ada. Bagi penggemar MMORPG, kehadiran game ini menjadi sebuah harapan di tengah semakin berkurangnya pilihan dalam genre tersebut.