deweyshouse.com – Performa pemain New York Yankees, Ben Rice, menjadi sorotan di awal musim 2026 berkat kontribusinya yang signifikan terhadap tim. Meskipun Yankees sebelumnya diprediksi menghadapi tantangan dalam divisi, performa Rice yang mencolok berhasil mengubah proyeksi tersebut. Dengan data yang menunjukkan hasil batting mencapai .362/.500/.745, Rice mencatatkan 241 wRC+ tertinggi liga dan berhasil mencapai satu WAR dalam waktu singkat.
Rice, yang menjadi pusat perhatian, memancarkan potensi bakat yang luar biasa. Rata-rata pukulannya yang menonjol didukung oleh BABIP mencapai 0.500, meskipun hal ini dinilai sulit untuk dipertahankan dalam jangka panjang. Namun, analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa performanya tetap mengesankan dengan rata-rata .277/.392/.629, yang menempatkannya di jalur menuju elite peringkat ofensif bisbol.
Selama musim ini, Rice mengalami kenaikan proyeksi wRC+ yang signifikan, meningkat dari 128 menjadi 143. Di sisi lain, Yankees kini diperkirakan memiliki ofensif di atas rata-rata sekitar 67%. Penyesuaian ini sebagian besar disebabkan oleh kemajuan Rice, yang memperlihatkan skill memukul yang patut diperhitungkan di kalangan pelempar lawan.
Namun, meskipun awalnya cemerlang, ada kemungkinan bahwa tingkat performa tinggi ini tidak akan bertahan, mengingat besarnya variabilitas dalam statistik kecil. Rice berhasil mencapai tingkat pukulan keras 70%, menjadikannya salah satu dari sedikit pemain yang mencatatkan angka tersebut di liga. Dengan meningkatnya penghormatan pelempar lawan terhadapnya, pencapaian Rice diharapkan tidak hanya bersifat sementara, melainkan membangun fondasi karier yang solid di MLB.